Penampilan Itu Tetap Penting

Penampilan memang cerminan sosok dan citra diri yang sangat berperan terhadap penilaian orang lain terhadap kita. Pentingnya penampilan itulah yang membuat kita mampu meningkatkan rasa kepercayaan diri yang tinggi agar dapat mengekspresikan kompetensi yang dimiliki. Loh kok bisa, Kenapa? Ya karena bagi cacan penampilan bisa dikatakan sebagai salah satu elemen penting bagi kehidupan kita dan penampilan jugalah yang menjadi kesan pertama yang akan dilihat oleh orang lain untuk menilai kita.

Dengan pernyataan seperti itu, apakah salah dengan pepatah yang sering kita dengar “Don’t judge the book by its cover” Jangan menilai buku hanya dari sampulnya saja, atau jangan menilai orang dari luarnya saja. Sebenarnya sih itu tidak sepenuhnya salah tapi tidak akan berlaku untuk menjadi kesan pertama. Apakah orang yang baru pertama kenal itu akan tahu bahwa kita ini orang yang baik jika dipertemuan pertama penampilan kita justru mencerminkan seseorang yang sebaliknya?

Banyak peristiwa yang cacan alami yang ada hubungannya dengan hal ini, seperti saat masih menjadi Mahasiswa. Saat itu untuk yang pertama kali cacan mengantar pacar (sekarang mantan) pulang kerumahnya, setelah tiba didepan rumah, orang tuanya pun menyambut gembira dengan senyuman karena anaknya pulang dengan selamat. Tapi ada yang sedikit janggal, yaitu tatapan ayahnya seolah-olah tidak menyukai dengan penampilan yang dia lihat pada diri cacan sehingga (mungkin) dia menilai kepribadian cacan dengan penuh keburukan, karena saat itu cacan menggunakan pakaian yang mencerminkan bahwa diri cacan itu adalah orang yang buruk dengan celana dan jaketnya penuh robekan ditambah accesoris seperti gelang yang menempel di bagian tubuh cacan.

Ternyata tidak butuh waktu lama untuk meluruskan penilaian ayahnya terhadap cacan karena saat itu mungkin ayahnya ingin mengetahui dan menguji sejauh mana pengetahuan agama cacan, sehingga ditunjuk untuk menjadi imam sholat maghrib yang dimakmumi oleh keluarganya. Dengan bekal pengalaman, cacan pun tidak begitu tegang untuk menuruti kemauan dia dengan menjadi imam. Setelah sholat selesai, cacan pun kaget dengan ayahnya yang memberi senyuman pertama, senyuman yang belum cacan lihat disaat dia pertama kali melihatnya didepan rumah.

Setelah itu kamipun mengobrol diruang tamu yang topik obrolannya lebih menekan kearah penampilan yang ada pada diri cacan, yang katanya penampilannya tidak sesuai dengan orangnya. Sehingga ayahnya berasumsi seperti apa yang sudah cacan tulis diatas “ternyata benar melihat kepribadian seseorang itu tidak harus lihat dari penampilannya” berhubung saat itu cacan ingin membela diri jadi cacan mendukung dengan pernyataannya bahwa kita jangan menilai orang dari penampilannya. Tapi untuk saat ini pasti cacan akan mengatakan bahwa penampilan itu tetap mencerminkan kepribadian seseorang, masih mau Tanya kenapa? Ya pastinya penampilan itu tetap menjadi kesan pertama yang akan dilihat oleh orang lain untuk menilai kita.

Begitulah peristiwa yang menonjolkan bahwa kesan pertama orang lain dalam menilai kita itu pasti akan lewat penampilan meskipun tidak butuh waktu lama orang lain akan mengetahui kepribadian kita, itupun harus dengan situasi yang pas agar orang lain memahami tentang kepribadian kita. Seperti peristiwa yang cacan ceritakan diatas, penilaian buruk ayahnya dia seolah-olah salah dalam menilai kepribadian lewat penampilan yang mencerminkan bahwa cacan ini adalah seorang berandalan yang suka mabuk-mabukan dan tidak mengerti tentang ilmu agama, tetapi penilaian itu hanya bertahan sebentar setelah cacan ditugasi menjadi imam sholat dirumahnya.

Selain itu cacan juga memiliki peristiwa yang sama, peristiwa ini telah menyadarkan bahwa penampilan itu memang benar-benar penting. Ketika cacan hendak pulang dari lebak bulus menuju Ciputat dengan Angkot, terdapat pemandangan yang tidak menyenangkan buat cacan terhadap penumpang yang ada di angkot tersebut, karena saat cacan naik dan duduk didekat pintu semua penumpang bergeseran dan ada yang duduknya pindah, ini bukan karena angkot itu penuh dengan penumpang tetapi karena penampilan cacan dari ujung rambut hingga ujung kaki yang membuat semua penumpang itu risih dengan keberadaan cacan.

Mungkin ada yang mengira cacan ini copet ataupun rampok karena saat itu ada ibu-ibu yang memegang tasnya begitu erat, terlebih penumpang yang ada disebelah cacan, padahal penumpang yang disebelah cacan jaraknya cukup untuk satu penumpang lagi tetapi sang penumpang selalu waspada terhadap cacan, terkadang penumpang itu memegang saku dibelakang untuk memastikan bahwa dompetnya itu aman. Bagi cacan itu merupakan hal yang wajar jika ada penumpang yang risih terhadap seseorang yang penampilannya (pada saat itu) seperti cacan, terserah dia mau menilai cacan seperti apa tanpa ada pikiran untuk kedepannya.

Dua hari setelah kejadian seperti itu, cacan mendapatkan mimpi yang benar-benar kejadiannya mirip dengan apa yang terjadi saat berada diangkot itu, tetapi bedanya dalam mimpi cacan itu di aniaya oleh para penumpang hingga wajah cacan babak belur karena saat itu ada penumpang lain yang kehilangan dompetnya, jadi berhubung penampilan cacan saat itu selayaknya preman semua penumpang pun tidak butuh waktu lama untuk menunjuk bahwa cacan ini adalah pencopet. Meskipun cacan terbukti tidak salah tetapi rasa sakit itu masih membekas. Dan akan berfikir dua kali jika ingin menuntut penumpang-penumpang itu, karena cacan juga akan menyalahkan diri cacan sendiri dan menyesal telah berpenampilan selayaknya preman.

Meskipun itu mimpi tetapi mimpi itu telah menyadarkan bahwa orang lain yang tidak kenal (ditempat umum) pasti akan menilai cacan itu lewat penampilan yang ada pada diri cacan. Jadi setelah peristiwa itu cacan pun bertekad untuk merubah penampilan yang lebih baik agar orang lain mengenali cacan itu lebih mudah. Dengan penampilan yang lebih sopan orang lain akan mudah untuk mendekati kita beda halnya dengan orang yang penampilannya mencerminkan seorang preman, orang lain akan lari terlebih dahulu, sebelum kita mendekatinya.

Memang benar masih ada orang yang tertipu dengan penampilannya, ada orang yang berpenampilan pejahat tapi dalam hatinya baik dan ada juga sebaliknya, terlebih sekarang banyak para penjahat cukup jeli dengan berpenampilan yang mencerminkan orang baik. Seperti para pejabat yang penampilannya dari ujung rambut hingga ujung kaki tampilannya begitu rapih tetapi kita tidak tahu kalau pejabat itu ternyata korupsi dan contoh lainnya ada seorang yang berpenampilan selayaknya seorang pengemis sehingga terkena razia Satpol PP tetapi pas diperiksa ternyata orang tersebut adalah seorang ustadz yang kebetulan lewat dengan penampilan selayaknya orang pengemis.

Setelah melihat kejadian seperti itu pasti sobat akan menyimpulkan bahwa berpenampilan baik belum tentu hatinya juga baik dan orang yang berpenampilan jahat belum tentu isi hatinya juga jahat. Begitu kan? Pernahkah sobat berpikir kenapa orang tahu bahwa pejabat itu koruptor? Lihat lah dengan penampilannya yang menjadi magnet sendiri untuk orang lain, sehingga banyak orang-orang yang begitu dekat sehingga berbincang satu sama lain dan ternyata eh ternyata bahan bincangannya mengarah ke korupsi. Jadi dengan mudah orang yang tidak suka dengan tujuan jabatannya dia pun langsung melaporkannya ke pihak berwajib. Demikian pula dengan orang yang berpenampilannya seperti pengemis itu, saat di razia oleh satpol PP dengan kekerasan padahal setelah diperiksa bahwa orang itu adalah seorang ustad yang begitu dihormati dilingkungannya. Pernahkah sobat berpikir seperti itu?

Contoh mudahnya seperti ini, misalkan sobat hendak pergi dengan kendaraan pribadi ke alamat yang belum pernah sobat kunjungi, saat ditengah perjalanan sobat tersesat dan pasti akan bertanya kepada orang lain untuk menanyakan alamat yang dituju (misalkan) disitu ada dua orang yang jaraknya agak berjauhan, satu orang berpenampilannya alim yang mencerminkan orang baik dan satu orang lagi berpenampilan sangar layaknya preman. Jika keadaannya seperti itu, sobat akan bertanya orang yang mana? cacan yakin pasti sobat akan bertanya kepada orang yang penampilannya mencerminkan orang baik. Betul tidak?

Terserah ingin berpenampilan seperti apa yang sobat inginkan, cacan hanya menyarankan bahwa kita hidup dibumi ini tidak sendirian. Jadi jika sobat dikritik oleh orang lain tentang penampilan yang ada pada diri anda, janganlah langsung marah terhadap orang tersebut lebih baik sobat bertanya dulu pada diri sobat sendiri tentang penampilan yang ada pada diri anda, apakah penampilan sobat sesuai dengan apa yang ada dilingkungan atau tidak? Dan jawabannya itu ada pada diri anda.

Komentar

- Harap berkomentar sesuai dengan Judul Postingan.
- Tidak diperkenankan untuk mempromosikan barang atau berjualan diblog ini.
- Cacan akan selalu membalas komentar dari para plend yang bertanya mengenai Postingan diatas.
- Berkomentarlah dengan baik, Kepribadian Kamoh tercermin disaat Kamoh berkomentar loh.